CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

kata-kata al-Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah

“Dalam jantung hati ada keserabutan yang tidak dapat dibersihkan melainkan dengan mengadap Allah, padanya ada kesunyian yang tidak dapat dihilangkan melainkan perdampingan dengan Allah, padanya ada dukacita yang tidak dapat ditanggalkan kecuali dengan kegembiraan mengenali Allah dan ketulusan berhubungan denganNya, padanya ada kegusaran yang tidak ditenangkan melainkan bersama Allah dan kembali kepadaNya, padanya ada api kedukaan yang tidak dapat dipadamkan melainkan redha dengan perintah, larangan dan ketentuan Allah, menghayati kesabaran sehingga bertemuNya, padanya ada kefakiran yang tidak dapat ditampung melainkan dengan cinta dan penyerahan diri kepada Allah, sentiasa mengingatiNya, keikhlasan yang benar kepadaNya”.

Thursday, 29 January 2015

Menjaga lisan, Diam itu lebih baik.


Saya sangat terkesan dengan tulisan Aagm. 
Diam itu lebih baik. Sebaiknya berhati2 dengan perkataan yang keluar dari mulut kita.
Moga Allah ampunkan dosa saya kerana lisan saya yang lalu. 
ALLAH..



Berkata Baik atau Diam – AaGym

Puji dan syukur hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menatap, memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadi insan-insan yang terpelihara dalam setiap ucapan kita. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Rasulullah Saw. Sang penutup para nabi yang tiada lagi nabi setelahnya.
Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab [33] : 70-71).
Tidak ada satu katapun yang terlontar dari lisan kita kecuali Allah Swt. mendengarnya. Dan, tidak ada satu kata pun yang kita ucapkan kecuali pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
Oleh karena itu, beruntunglah orang yang senantiasa memelihara lisannya untuk tidak berkata kecuali yang benar dan baik saja. Sungguh beruntunglah orang yang memelihara lisannya untuk jauh dari perkataan yang sia-sia dan tiada berguna. Karena, menghindari ucapan yang sia-sia dan tiada berguna adalah ciri dari keimanan kepada Allah Swt.
Saudaraku, sesungguhnya ucapan kita bisa menunjukkan bagaimana kualitas diri kita. Ucapan kita menunjukkan bagaimana isi kita. Seperti moncong teko, ia hanya mengeluarkan apa yang ada di dalam teko. Maka, ketika kita banyak berkata kotor, kasar, tidak berguna, maka kita sebenarnya sedang menjatuhkan kehormatan diri kita sendiri.
Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap ucapan bani Adam itu membahayakan dirinya sendiri, kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf dan nahyi munkar serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Tirmidzi).
Kata-kata itu jika sudah terlontar dari lisan kita, maka ia bagaikan anak panah yang sudah melesat dari busurnya. Ia tak bisa ditarik lagi. Apalagi jika sudah tertancap, maka jika dicabut pun ia akan meninggalkan bekas. Kata-kata yang tidak terjaga, bisa melukai perasaan orang. Dan, jika itu sudah terjadi, meminta maaf pun tidak bisa menghilangkan bekas lukanya. Bagaikan paku yang tertancap di tembok, ketika paku itu dicabut maka bekasnya tetap akan tertinggal di sana.
Oleh sebab itu, hati-hatilah dengan ucapan kita. Hindari celetak-celetuk tak karuan. Kurangi berbicara yang tidak perlu. Karena terlalu banyak berbicara yang tidak perlu akan membuat kita melantur, melebih-lebihkan cerita hingga akhirnya terjebak dalam kubangan dusta.
Lebih mengerikan lagi jika kita terseret pada ghibah. Obrolan-obrolan yang tak terjaga, dibumbui kebohongan yang didramatisir, membicarakan keburukan orang, sungguh bukan semakin kotorlah hati kita dengan noda-noda dosa.
Lisan kita sangat ringan. Tidak perlu tenaga yang besar untuk menggerakkannya. Juga tidak perlu biaya mahal untuk menggunakannya. Namun, dari lisan ini bisa timbul perkara yang luar biasa. Bisa ada orang yang sakit hati karenanya. Permusuhan bisa terpicu disebabkannya.
Bicaralah hanya yang benar dan baik saja. Jika tidak bisa, maka lebih baik diam. Ada sebuah ungkapan,“Diam itu emas”. Benar, ketika dibandingkan dengan berbicara yang berisi keburukan atau kesia-siaan. Sehingga yang terbaik adalah berbicara yang mengandung kebaikan dan kebenaran. Perkataan yang seperti ini menjadi bagian dari kerangka dzikir kepada Allah Swt.
Untuk bisa berkata baik dan benar, kita perlu juga memperhatikan situasi dan tempat. Karena, “Likulli maqaam maqaal, wa likulli maqaal maqaam”, setiap perkataan itu ada tempatnya yang terbaik, dan setiap tempat ada perkataannya yang terbaik.
Artinya, setiap kata yang kita ucapkan perlulah disesuaikan dengan tempat, situasi dan siapa yang kita hadapi. Karena cara berbicara dengan anak-anak tentu berbeda dengan cara berbicara dengan orang dewasa. Berbicara dengan teman kita tentu berbeda dengan berbicara dengan orang tua kita. Jika kita tidak terampil dalam hal ini, maka niat yang benar bisa-bisa memberikan hasil yang tidak efektif.
Subhannallah. Sedemikian agungnya agama kita. Bahkan kepada orang kafir sekalipun, Rasulullah Saw. melarang kita berkata-kata buruk kepada mereka. Setelah perang Badar, Rasulullah Saw. sempat bersabda,“Janganlah kamu memaki mereka dari apa yang kamu katakan, dan kamu menyakiti orang-orang yang hidup. Ketahuilah bahwa kekotoran hati itu tercela.” (HR. Nasai).
Mari kita bersungguh-sungguh menjaga lisan kita dari perkataan yang kotor dan tiada berguna. Jauhkan diri kita dari celetukan-celetukan. Tahan lisan kita dari komentar-komentar yang tidak perlu, ungkapan yang mengutuki keadaan.
Berkata baik dan benar adalah ciri dari orang beriman, semoga kita termasuk di dalamnya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamin.[]

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satari

Monday, 24 November 2014

Ujian datang dan pergi.


Iya, ujian datang dan pergi, 
Ada ketikanya rasa berat sangat yang ditanggung. Sedih, pilu, segalanya di satu masa.
Bantulah aku Ya Allah..

Ujian berat berlalu pergi. Syukur..
Mampu menarik nafas lega, senyuman kembali melebar..
Berbunga-bunga kembali hati..
Lumrah..

Musim silih berganti, begitu juga roda kehidupan..
Allah uji lagi..
Bertabah la hati,
Adat menjadi hambaNya..
Tempuhi dengan hati yang sabar..
BERJAYA..

Moga tabah, 
Ada ganjaran menanti,
Tidak didunia, insyaallah di akhirat.
Moga Allah makbulkan.

Aku percaya ALLAH tidak mensia-siakan hambaNya.
Kuat la hati, untuk ujian yang sementara,
Taman-taman syurga yang ku dambakan..

Allahumma Ameen.



Tuesday, 7 October 2014

Projek mudahnya menjemput rezeki.


Assalammualaikum wbt.

Lama sungguh saya tidak menulis di blog. Hampir lupa kata  kuncinya. Allah Allah..
Betapa lamanya tak mencoret disini. Rindu rasanya..

Baru-baru ini saya ada menghantar kisah saya ke Editor PMMR.
Tergerak hati untuk menulis. Gerakan dari Allah sebenarnya. Malu pun ada sebenarnya kerana berkongsi cerita kerana ianya kisah benar. 

Harapnya Allah gerakkan hati editor untuk memilih cerita saya.
Allahumma ameen..

Mungkin ini permulaannya untuk saya menjadi penulis. Angan-angan dah sekian lama, tapi belum ada gerakkan atau push factor. Mana tahu ini titik permulaannya. Moga Allah permudahkan.
 Insyaallah. 

Moga bertemu lagi di lain masa. Doakan saya sihat.


Thursday, 10 April 2014

Jalan menuju Allah.


Perbanyakkan menyebut namanya..
Allah Allah Allah....

Apabila mengingati Allah, maka Allah mengingati kita.
Allah itu dekat, cuma terkadang kita yang menjauh.

Untuk kita sentiasa dekat dengannya...
sentiasalah menyebut namanya.
ALLAH.


Rasailah kehadiranNya..
Rasailah kehebatanNya...
Rasainya dengan mata hati..

Allahuakbar..





Tuesday, 4 February 2014

Alhamdulillah


Alhamdulillah..
 Alhamdulillah..
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
Maha pemurah lagi maha penyayang,
Yang menguasai hari pembalasan.



Monday, 13 January 2014

PadaMU Ku Bersujud

Ku menatap dalam kelam
Tiada yang bisa kulihat
Selain hanya namaMu, ya Allah
Esok ataukah nanti
Ampuni semua salahku
Lindungi aku dari Segala fitnah
Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
HambaMu yang selalu bertaubat Ampuniku ya Allah
Yang sering melupakanMu
Saat Kau limpahkan karuniaMu
Dalam sunyi aku bersujud
Esok ataukah nanti
Ampuni semua salahku
Lindungi aku dari Segala fitnah
Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
HambaMu yang selalu bertaubat Ampuniku ya Allah
Yang sering melupakanMu
Saat Kau limpahkan karuniaMu
Dalam sunyi aku bersujud
Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
Jadikan aku selamanya
HambaMu yang selalu bertaubat Ampuniku ya Allah
Yang sering melupakanMu
Saat Kau limpahkan karuniaMu
Dalam sunyi aku bersujud
PadaMu

Sunday, 12 January 2014

Tersenyumlah


Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah.
 Allah masih memberi peluang untuk bernafas di buminya. 2013 ditinggalkan sebagai sejarah dan 2014 diharap memberi sinar baru. Allah menduga hambaNya dalam pelbagai cara. Melihat dimana kekuatan diri. Hidup di dunia bukan untuk bersenang lenang tanpa diduga dan diuji. Di sini Allah mahu melihat kecintaan kita dan pergantungan kepadaNya. Bilamana diuji dengan kesusahan, kesihatan yang terganggu maka harus syukur dan redha. Kerana Allah mahu melihat kita merayu-rayu dengan air mata yang berguguran semasa menghadapNya.
 Ujian, kesedihan , keperitan itulah tanda kasih sayang Allah kepada hambaNya. Bila diuji kita merenung ke dalam diri, mana silapnya.. apa yang telah aku lakukan? apa yang perlu aku perbaiki.. berkata-kata di dalam diri untuk memperbaiki diri menjadi hamba yang taat dan patuh pada perintahNya. Bila diperhalusi bahawasanya ujian itu indah. Kita lebih mendekatkan diri denganNya. Mengadu padaNya, sesungguhnya Allah itu maha mendengar dan melihat. Allah tahu kekuatan hambaNya. Maka bersabarlah dalam menghadapi ujian yang diberikan. Moga kesabaran itu berbaloi. 
Ya Rahman Ya Rahim..
Semoga ujian ini bebaloi dalam menghadapi kehidupan yang sebentar ini. Dunia yang sementara ini moga dapat dikumpul pahalanya untuk menghadapi akhirat yang bila-bila masa akan tiba.
Maka SENYUMLAH...
Dicelah-celah badai kesukaran...
TERSENYUMLAH...

 Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir 
“Cukuplah Allah menjadi Penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”